Saturday, April 2, 2016

[Review] Asus ZenFone Max, Phablet Terjangkau Dengan Baterai Jumbo

Di akhir kuartal pertama 2016, smartphone terbaru dari Asus, ZenFone Max, sudah mulai masuk ke pasar smartphone tanah air. Dalam kesempatan ini, Asus Indonesia juga mengirimkan satu unit Asus ZenFone Max ke team redaksi untuk di review, berikut hasilnya.

[Review] Asus ZenFone Max, phablet terjangkau dengan baterai jumbo

Spefisikasi di atas kertas

Asus ZenFone Max memiliki spek yang jamak untuk smartphone kelas menengah. Beberapa di antaranya prosesor Qualcom snapdragon 410 quadcore 1,2 GHZ, kartu grafis Adreno 306, RAM 2 GB, dan ruang simpan internal sebesar 16 GB namun bisa di expand sampai dengan 64 GB dengan kartu memory tambahan.

Untuk layar Asus ZenFone mengusung layar IPS 5,5 Inchi, dengan resolusi 720x1280 pixel dan kerapatan warna 267 ppi dan lapisan layar Corning Gorilla Glass.

Beralih ke kamera, Asus ZenFone Max dilengkapi dengan kamera belakang sebesar 13 megapixel dan 5 megapixel untuk bagian depan. Kamera ZenFone Max dilengkapi oleh teknologi PixelMaster 2.0 dari Asus yang sudah terkenal hasil jeperetannya.

Ke istimewaan ada di bagian baterai, kalau smartphone kelas menengah lain jamaknya menggunakan baterai 2600-3000 mAH, Asus ZenFone Max dilengkapi dengan baterai 5000 mAh. Baterai ini diklaim Asus mampu bertahan sampai dengan 914 waktu siaga dan 38 jam waktu bicara dalam posisi koneksi 3G.

Desain


Dengan dimensi 156x77.5 x10.6 dan berat 202 gram, phablet ini terasa mantab dipegang, desainnya pun cukup elegan karena sudah mengusung sisi lengkung.

[Review] Asus ZenFone Max, phablet terjangkau dengan baterai jumbo

Boleh dibilang isi desain terbaik dibandingkan seri ZenFone yang lain. Bagian pinggiran menggunakan materi serupa logam dengan warna perak-keemasan dan bagain lain berwarna hitam. Tombol volume rocker dan power button pun diletakan di sisi kanan, sehingga nyaman diperasikan sedangkan bagian atas terdapat colokan untuk headphone.

Sisi bagian depan khas desain asus dengan branding di atas layar di bawah speaker depan. Sedangkan bagain belakang terdapat penutup plastik polimer berteksur serupa kulit.

Dengan bobot 202 gram, ZenFone Max memang terasa lebih berat dipegang, hal ini karena volume bateri nya yang lebih besar. Namun hal ini bukanlah masalah, justru menghilangkan kesan terlalu "plastik" ketika kita memegang smartphone menengah seperti ZenFone Max ini.

Walau casing belakang bisa di bongkar untuk memasukan kartu tambahan dan 2 simcard, Untuk bateri sendiri dibuat menempel dan tidak bisa dilepas dari body alias unibody.

Tampilan antar muka dan OS


ZenFone Max dibekali dengan skin ZenUI berbasis Android Lollipop (5.02) yang telah berumur 2 tahun. Untuk antar muka perpindahan aplikasi, beberapa kali aplikasi tidak langsung terbuka seketika.

[Review] Asus ZenFone Max, phablet terjangkau dengan baterai jumbo

Untungnya hal tidak begitu menganggu saat kita hanya memiliki apps yang sedikit dan rajin-rajin saja membersihkan cache dan mematikan apps yang jalan dibalik layar. Ini cukup wajar mengingat ZenFone Max menggunakan prosesor Quadcore Snapdragon 410 1,2GHz.


Kamera


Asus ZenFone Max dilengkapi dengan kamera sebesar 13 MP bagian belakang dan 5 MP bagian depan, dan hasilnya sangat mengaggumkan tajam dan detail. Yang paling berkesan tentu saja fitur Laser Auto Fokus ZenFone Max yang sangat cepat mengunci objek.

Contoh hasil jepretan kamera utama ZenFone Max berikut ini.


hasil-jepretan-kamera-asus-zenfone-max-phablet

hasil-jepretan-kamera-asus-zenfone-max-phablet


Baterai


Untuk bateri sendiri claim Asus bahwa ZenFone Max ini memiliki 37 hari siaga dan 37 jam waktu bicara memang terbukti. Redaksi Merdeka mencoba menggunakan untuk aktivitas normal, dengan cas 100 persen dari hari Senin sore, baru sabtu siang bateri ZenFone Max ini bertahan di 26 persen, itu pun tidak merah, atau kritis.

Kesimpulan


Asus ZenFone Max bukanlah satu-satunya smartphone kelas menengah yang memiliki spek diatas, paling dekat pembanding adalah Samsung Galaxy J5 yang diluncurkan tengah tahun lalu dan masih banyak lagi.

Namun beberapa hal patut dipertimbangkan dari ZenFone Max ini adalah kontinuitas ke Android M, seperti dilansir dari forum resmi milik Asus. Asus berencana menaikan kasta OS beberapa ZenFone di Q2 tahun ini, dan ZenFone Max adalah salah satu yang bakal mendapatkan update.

Pertimbangan berikutnya adalah kameranya. Hasil kamera ZenFone Max ini cukup mengaggumkan, dan yang terakhir adalah ketahanan bateri yang luar biasa, Anda bisa jalan-jalan 2-3 hari tanpa khawatir dengan urusan bateri. Terakhir soal harga, Asus membanderol phablet ini dengan harga cukup terjangkau untuk spesifikasi yang ditawarkan, yakni Rp 2,5 jutaan.

Related Posts

[Review] Asus ZenFone Max, Phablet Terjangkau Dengan Baterai Jumbo
4/ 5
Oleh